Pentas Teater "Rumah Boneka" ( A Doll's House)

Klik ke menu untuk informasi Bahasa Indonesia dan telusuri ke bawah untuk Bahasa Inggris/Click  the bar menu and scrolling down for Engslih version.

Proudly Present :

Theater Performance

RUMAH BONEKA

An adaptation for Indonesia of Henrik Ibsen's A DOLL'S HOUSE, translated, adapted and produced by Faiza Mardzoeki, Directed by Wawan Sofwan.

Saksikan di/venue:

Taman Budaya Bandung 25-26 April 2012

informasi:

Sarah 085624155331

Vivi 08158946404

 

25-26 April 2012

 

SIARAN PERS


Institut Ungu dan Pentas Indonesia


Kolaborasi internasional Pentas Teater dan Seminar


RUMAH BONEKA


Adaptasi dari karya Henrik Ibsen


Jakarta-Bandung-Oslo-New York


(Pementasan Jakarta, Gedung Kesenian Jakarta 30 November s/d 4 Desember 2011)


Saat ini Institut Ungu dan Pentas Indonesia sedang mempersiapkan sebuah proyek kolaborasi internasional produksi teater realis berjudul “Rumah Boneka” dan seminar tentang “Sastra, masyarakat dan Perempuan” yang melibatkan seniman, aktor, akademisi dan aktivis dari Jakarta, Bandung, Oslo, New York dan Dili. Kegiatan ini  disponsori  oleh kedutaan Norwegia di Jakarta, didukung oleh Gedung Kesenian Jakarta dan Gathaya Performing Arts.


  


Teater Rumah Boneka


 Para aktor yang memainkan teater  Rumah Boneka ini adalah  Chantal Della Concetta, Maya Hasan (seorang pemain harpa terkemuka Indonesia, yang juga pernah main film dan teater) Ayu Diah Pasha(bintang sinetron dan sudah terlibat di berbagai produksi film dan teater) Teuku Rifnu Wikana (aktor film dan teater antara lain film Darah Garuda) Ayez Kassar (aktor  lulusan IKJ, antara lain main di Hamlet), Willem Bevers (aktor teater, antara lain main di teater Nyai Ontosoroh) dan Pipien Putri.


Proyek ini diprakarsai oleh Faiza Mardzoeki yang juga bertindak sekaligus sebagai penulis naskah dan produsernya. Faiza telah menerjemahkan dan mengadaptasi naskah drama realis karya penulis drama asal Norwegia, Henrik Ibsen, berjudul ”A Doll’s House”, ke dalam bahasa Indonesia, menjadi “Rumah Boneka’. Naskah ini aslinya ditulis pada tahun 1879, hingga kini merupakan drama Ibsen  yang sangat terkenal di seluruh dunia dan masih terus dipentaskan di berbagai negeri. Rumah Boneka ini oleh sebagian kalangan dianggap sebagai drama feminis pertama di dunia. Oleh Faiza, naskah Ibsen tersebut diadaptasi ke dalam kontek Indonesia dengan  latar peristiwa Jakarta kontemporer.


Cerita drama Rumah Boneka sangat relevan dengan masyarakat Indonesia. Naskah adaptasi ini mengangkat peristiwa yang terjadi di keluarga kelas menegah Jakarta, pada masa kini. Tentang sepasang suami istri yang harus betarung mempertanyakan kembali nilai-nilai perkawinan dan keadaan keluarganya. Rumah Boneka juga mengajak kita memikirkan kembali tentang moral, agama dan masyarakatnya yang dipenuhi mental korup dan kemunafikan.


Merangkul Wawan Sofwan (sutradara teater Nyai Ontosoroh) sebagai sutradara teater Rumah Boneka, didukung oleh seniman dari Jakarta, Bandung dan New York. Teater ini digarap dengan pendekatan realisme simbolik, sangat memperhatikan detail keaktoran dan dialog. Desain panggung menggunakan seni instalasi minimalis sehingga penonton bisa menyaksikan permainan para aktor dan jalannya cerita di ruang-ruang peristiwa.


Musik  digarap oleh Marcello Pellitteri , yang dikenal sebagai  drummer, musisi Jazz, arranger, composer dan produser yang telah banyak bekerjasama dengan musisi kelas dunia antara lain dengan Jon Hendricks, Joe Henderson, Woody Shaw,  New York Voices, Dave Samuels, Slide Hampton, Paquito D'Rivera dll.  Ia seorang pengajar, professor di Berklee College of Music, Boston,  dan  tinggal di New York. Secara khusus Marcello akan hadir pada persiapan dan selama pementasan berlangsung.


Pertunjukan teater Rumah Boneka akan berlangsung di Gedung Kesenian Jakarta 30 November s/d 4 Desember 2011. Sekarang ini Maya Hasan, Ayu Diah Pasha dan seluruh aktornya sedang menjalani proses latihan.


Atas sponsor kedutaan  Norwegia di Jakarta, Faiza Mardzoeki dan Wawan Sofwan  telah melakukan studi  mengenai Rumah Boneka dan Henrik Ibsen ke Norwegia, antara lain mengunjungi  Ibsen Museum dan diskusi dengan Centre for Ibsen Studies, University of Oslo.  Kunjungan ini sudah terlaksana pada tanggal 28 Mei s/d 4 Juni 2011.


 


Seminar dengan tema “Ibsen: sastra, masyarakat dan perempuan”.


Pada seminar tersebut akan diluncurkan buku drama Rumah Boneka terjemahan Faiza Mardzoeki yang akan akan diselenggarakan sebelum pementasan, pada bulan November 2011.  Seminar dan peluncuran buku naskah drama ini akan mendatangkan  nara sumber seorang aktris teater dan film terbaik  dari Norwegia, Juni Dahr, Professor Frode Helland dari Centre for Ibsen Studies, University of Oslo, Wakil Kementrian Luar Negeri Norwegia dan beberapa nara sumber dari Indonesia. 


Kerjasama sama internasional  ini diharapkan bisa terjalin bukan saja melalui kerja seni dan sastra, tetapi lebih jauh diharapkan dapat memicu dialog dan diskusi masalah sosial lainnya terutama isu perempuan dan masalah sosial lainnya seperti masalah ketidakadilan gender dan peranan perempuan dalam masyarakat.


Sampai bertemu pada seminar dan pertunjukan teater Rumah Boneka!


 


Vivi Widyawati


Manager Publikasi


 


Untuk informasi hubungi


 


Sekretariat


 


Jl. Tebet Utara IV E. NO. 14 Jakarta 12810


Telpon/fax: 8304531, E-mail:  pentas.indonesia@gmail.com


 


Website: www.institutungu.com dan www.pentasindonesia.com


Kontak person:


Dewi Djaja (Manager Produksi)  08159787838


Vivi Widyawati (Manager Publikasi dan Promosi)  08158946404


 


ENGLISH:


PRESS RELEASE


Institut Ungu and Pentas Indonesia


Pentas Teater International Collaboration and Seminar


A DOLL’s HOUSE


Adapted from the play by Henrik Ibsen


Jakarta-Bandung-Oslo-New York


 


This project was initiated by Faiza Mardzoeki, who is also the producer.  Ms Faiza has translated Ibsen’s work and also adapted it to the Indonesian context, in particular contemporary Jakarta. Ibsen wrote “A Doll’s House” in 1879. It is a work by Ibsen that has become internationally renowned and has been performed in numerous countries around the world.


 


Ibsen’s story in his play “A Doll’s House” is very relevant to Indonesian society. In this adaptation, the story revolves around the experiences of a Jakarta middle class family. A husband and wife are confronted with the challenge of questioning the values in the marriage and family life. “A Doll’s House” also challenges us to re-think questions of morality, religion and society in a society full of mental corruption and hypocrisy.


Faiza Mardzoeki’s adaptation of Ibsen’s “A Doll’s House” will be performed in the Gedung Kesenian Jakarta between 30 November and 4 December, 2011.


This is a production of Institut Ungu together with  Pentas Indonesia, with the support of the Norwegian Embassy, the Gedung Kesenian Jakarta and Gathaya Performing Arts.  


The lead role of Nora in a “A Doll’s House” will be played by Chantal Della Concetta,  Maya Hasan (a film and theatre actress and Indonesia’s leading harpist). Other players are Ayu Diah Pasha (a television, film and theatre actress), Ayez Kassar (a graduate of the Jakarta Institute of Arts and a an actor with wide experience), Teuku Rifnu Wikana (a rising film actor), Willem Bevers (a theatre and film actor, who played a lead role in Nyai Ontosoroh) and Pipien Putri.


Rehearsals began in July, 2011.


The play is being directed by Wawan Sofwan, supported by artists from Jakarta, Bandung and New York. The approach of symbolic realism will be used, with especial attention given to the details of acting and dialogue.  The stage design will use minimalist installation art allowing the audience to maximize focus on the actors and the development of the plot from incident to incident.


The music is being composed by Marcello Pellitteri , drummer, Jazz musician, arranger, composer and producer. Pellitteri has also worked with internationally renowned artists such Jon Hendricks, Joe Henderson, Woody Shaw,  New York Voices, Dave Samuels, Slide Hampton, Paquito D'Rivera and so on.  He is a teaching professor at the Berklee College of Music, Boston, and lives in New York. Pellitteri will come to Jakarta for the final preparations and the performance.


 


Another aspect of the international collaboration involved in this project were the visit to Norway by Faiza Mardzoeki and Wawan Sofwan between 28 May and 4 June 2011, at the invitation of the Norwegian Embassy, to visit Norwegian theatre centres as well as the Henrik Ibsen Studies Centre.


We are also holding a public seminar: “Ibsen: literature, society and women”. At the seminar we will also be launching the book version of Faiza Mardzoeki’s Indonesian adaptation of “A Doll’s House”. The seminar and launch will be attended by the foremost Norwegian actor, Juni Dahr as well as Professor Frode Helland from the Centre for Ibsen Studies, University of Oslo. The deputy foreign minister of Norway will also attend. Various Indonesian speakers will be present.


 It is hoped that this international collaborative project will not only help develop artistic and cultural activity in Indonesia but also help raise awareness around issues such as gender equality, social justice and the role and position of women in society.


 Until we meet at the November seminar or at the performances of “A Doll’s House”!


 


Vivi Widyawati


Manager Publicity.


 


Secretariat


Jl. Tebet Utara IV E. NO. 14 Jakarta 12810


Telpon/fax: 8304531, E-mail:  pentas.indonesia@gmail.com


Website: www.institutungu.com


Contact persons:


Dewi Djaja (Production Manager)  08159787838


Vivi Widyawati (Promotion and Production)  08158946404